lelaki yang menangis….
Seorang laki berambut gondrong, berteriak sepuasnya di tengah jalan yang ramai! Dia tidak gila, badannya penuh tato, jalannya juga sudah miring, di tangannya kanannya tergepal sebuah botol hijau yang isinya tinggal separuh! Dia menjegal orang-orang yang ada di depannya, mengajak berkelahi! Tapi tak ada satupun yang berani, bahkan tak ada satupun orang yang berani bertatap mata denganya! Sebelumnya dia sempat meninju wajah seorang bapak karena mencoba menasehatinya! Dia semakin ganas ketika teman-temannya yang juga sudah teler memanas-manasinya! "ayo..Siapa yang berani? Ayo maju!" katanya sambil menendang meja si penjual apel! Tak ada yang menghentikannya, lebih tepat lagi tak ada yang berani! Dia meneguk lagi minuman yang di pegangnya! Satu tegukan, dua, tiga, dan, "ah..Anjing kalian semua… Hahaha" dia memaki semua orang yang ada di jalan itu! Di lemparnya botol itu ke mobil yang melintas hingga kaca mobil itu pecah! Entah kenapa Pengemudinya diam saja, malah langsung pergi begitu saja! Yang aku dengar setiap hari kerjaan laki-lagi itu begitu! Yang aku tahu, dia adalah preman yang paling bengis, ganas, sadis, dan kurang ajar serta paling ditakuti di kompleks itu! Hingga suatu waktu, ketika dia sedang mabuk, dia mencoba mencium paksa seorang gadis yang kebetulan lewat! Banyak orang yang melihat kejadian itu, tapi tak ada yang berani menghentikan! Gadis itu menangis, dia berusaha melepaskan dirinya dari pelukan laki-laki itu! Semakin keras teriakan gadis itu, tiba-tiba…. "plakkk…." pipi laki itu di tempeleng oleh seseorang dari belakang! Semua terkejut! Tangis gadis itu terhenti, karena laki-laki itu pun terdiam! Hatinya terbakar! Matanya membesar, gigi atas dan bawahnya bersatu, dia marah besar, perlahan dia membalikkan tubuhnya ke arah orang yang menamparnya dengan lagak ingin membalas tamparan orang tersebut! Tapi apa yang terjadi? Tangan yang sebelumnya akan memukul, jadi tak berdaya, matanya mengecil, giginya meregang, rautnya berubah! Ternyata yang menempeleng tadi hanyalah seorang wanita tua! Tapi betapa beraninya nenek itu? Bagaimana kalau laki-laki itu nekat memukulnya? Tidak mungkin, karena laki-laki itu kini menunduk, tak berani memandang wajah nenek itu! Semua terdiam, tak ada yang bergerak, sunyi! Smua mata tertuju pada laki-laki yang menunduk itu dan si nenek dengan matanya yang melotot marah! Tiba-tiba laki-laki itu bersuara dengan suara sedikit berserak, "ma…Mama… Maafkan aku…" dia memeluk kaki nenek itu sambil menangis…!
